Liputan6.com, Jakarta – Jaecoo terus mencatatkan kinerja positif di pasar global. Salah satunya adalah, keberhasilan Jaecoo J7 yang menjadi mobil terlaris di Inggris pada Maret 2026, sekaligus memimpin penjualan sepanjang tahun ini. Pencapaian tersebut menegaskan daya saing model asal jenama China ini, di tengah ketatnya persaingan industri otomotif dunia.

Secara total, dalam satu bulan, Jaecoo J7 berhasil terjual lebih dari 10.000 unit. Sedangkan sejak awal tahun ini, mobil ini mampu mencapai penjualan sebanyak 15.703 unit.

Secara detail, Omoda dan Jaecoo mencatat penjualan sebanyak 61.254 unit pada Maret 2026. Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat, dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekaligus menjadi rekor penjualan bulanan tertinggi.

Dari total tersebut, kendaraan elektrifikasi mendominasi dengan kontribusi 39.716 unit, atau melonjak hingga 471 persen.

Jika ditotal, Omoda & Jaecoo telah membukukan penjualan global lebih dari 960.000 unit dan diperkirakan segera menembus angka 1 juta unit.

Pencapaian ini menempatkan Jaecoo sebagai salah satu merek otomotif dengan pertumbuhan tercepat di dunia saat ini.

Menanggapi tren tersebut, Business Unit Director JAECOO Indonesia, Jim Ma menyebut bahwa perkembangan serupa mulai terlihat di pasar domestik.

“Kami melihat minat terhadap kendaraan elektrifikasi maupun NEV terus meningkat, namun pada saat yang sama konsumen juga mencari solusi yang tetap praktis dan relevan dengan kebutuhan mereka,” jelas Jim Ma, dalam keterangan resmi, Sabtu (11/4/2026).

“Di sinilah teknologi seperti SHS (Super Hybrid System) menjadi semakin penting, karena mampu menghadirkan efisiensi sekaligus fleksibilitas dalam penggunaan,” ujarnya.

Keunggulan Teknologi SHS
Jim Ma menambahkan, teknologi ini memberikan kemudahan bagi konsumen dalam beradaptasi dengan elektrifikasi. SHS memungkinkan pengguna merasakan manfaat elektrifikasi tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara secara signifikan.

“Ini yang membuat teknologi ini semakin dilihat sebagai langkah yang lebih realistis dalam perjalanan menuju kendaraan listrik sepenuhnya,” lanjutnya.

Teknologi SHS sendiri dirancang untuk menggabungkan keunggulan motor listrik, dan mesin konvensional dalam satu sistem yang saling melengkapi.

Dalam kondisi tertentu, kendaraan dapat berjalan lebih efisien dengan tenaga listrik, namun tetap didukung mesin untuk menjaga performa dan jarak tempuh, sehingga menghadirkan fleksibilitas tanpa kekhawatiran jarak.

Kemampuan tersebut telah diuji melalui berbagai pengujian global di lebih dari 16 negara, dengan kondisi jalan dan cuaca yang beragam.

Hasilnya, Jaecoo J7 mampu menempuh jarak lebih dari 1.300 kilometer, menunjukkan keandalan teknologi tersebut dalam berbagai situasi penggunaan.